Seseorang pernah mengatakan kepada diri ini;
Saya memilih dia hanya untuk melupakan yang dia yang sudah pergi.
Sayapun menyanggah pernyataan tersebut, dengan lantang berkata;
Jangan menggunakan "seseorang"
Untuk melupakan "seseorang"
Dia sontak bertanya balik, atas pernyataan yang saya lontarkan tetang ucapannya;
"Terus bagaimana caranya?
Bagaimana cara melupakan?"
Sayapun menjawab;
Just slowly, but sure. Jangan memaksa untuk melupakan, namun biasakan diri untuk "Merelakan"
Diapun bertanya kembali;
Kenapa?
Karena tidak ada satupun manusia yang bisa melupa. Dan lagi pula otak kini ini diciptakan untuk mengingat, bukan melupa. Jadi sekarang, jangan lagi menjadikan orang lain sebagai pelampiasan, atas semua pedih-sakit yang kamu rasakan. Dan juga, gak perlu lagi menjadikan seseorang sebagai pelarian belaka. Karena kamu punya hati, mereka pun punya hati juga. Jangan saling menyakiti. Oke. Ujarku kepadanya
Sambil menunduk diapun mengangukan kepalanya.
Jika kita menggunakan "seseorang", untuk melupakan "seseorang". Maka kita gak benar-benar melupakannya dan gak bakalan ada akhirnya.
Kalau kita bisa melupakan si A, karena si B. Maka saat kita harus melupakan si B, kita harus mencari sosok yang lain?
Apakah kalian pernah mengalami?
Jika pernah maka, jangan diulangi. Hanya akan menambah rasa pedih-sakit yang pernah kita alami sebelumnya. Pengen nya untuk mengurangi rasa pedih-sakit, malah akan menambah rasa pedih-sakit tersebut.
