Pengunjung

Pemeran Pembantu

1 komentar
Sebagai mana yang kita tahu pemeran pembantu merupakan pemeran yang memiliki peran yang tidak penting dalam sebuah cerita dan tokoh ini hanya dipilih sebagai penunjang pemeran utama.


Inilah peranan yang diriku jalani didalam ceritamu. Walaupun diriku tahu peran seperti apa yang kujalani dalam ceritamu tetap saja kujalani. Hanya sekedar ingin tahu apakah pemeran pembantu bisa naik kasta menjadi pemeran utama? Mungkin tidak pikirku, tapi apa salahnya mencoba hal yang dianggap mustahil bukan? Karena dalam hidup kalau belum dicoba kita belum tahu akan hasilnya.

Kau tahu seberapa tegar dan sabarnya diriku menjalani peranan ini? Ku rasa tidak karena kau hanya memikirkan supaya kisahmu dengannya baik-baik saja. Padahal pemeran pembantu juga punya hati loh... Tapi kau tak pernah memahami hal itu. Kau hanya menganggap pemeran pembantu tidak akan mengetahui kisahmu dengan dirinya yang lebih dulu ada dalam ceritamu. Padahal pemeran pembantu sebenarnya telah mengetahui sejak awal.


Kau boleh bermain dengan rasa dan prasa.

Yang memungkinkan alurnya terurai atau terikat. Kalau soal logika biarkan diri ini yang mengartikan. Soal lara dan duka biar diri ini yang menikmati. Kau cukup bersenang-senang saja dengan ceritamu dengan dirinya, jikalau kau bosan mendekatlah kepada pemeran pembantu ini. Itu yang sedari awal ku tanamkan dalam hatiku.

Terkadang orang bilang bodohnya diriku, memang bodoh tapi karena lupa diri dengan perasaan nyaman yang diberi dan menikmati setiap kisah yang ku jalani bersamamu sampai aku lupa bahwasanya diriku hanya pengganti dikala dirinya tak ada. Padahal telah kucurahkan semua harapanku kepadamu, tapi diriku tak pernah mendapatkan jawaban atas semua harapan yang diriku ucapkan kala itu. Semua harapan itu hanya kau anggap sebagai gurauan semata, ingin rasanya diriku mengeluarkan semua yang membakar isi kepala kepada dirimu tapi tetap saja hati berbisik untuk tetap bersabar.

Tahukah kau bagaimana rasanya menjalani peran yang seperti itu? Diriku rasa tidak, karena yang kau tahu hanyalah bagaimana dimengerti tapi tak pernah memahami.

Coba sejenak kau berada di peran yang sedang diriku jalani, sanggup dan kuat kah dirimu? Menjalani hari-hari dengan berpura-pura menutup mata dan telinga saat kau bersama dengannya. Dan berpura-pura tidak tahu tentang alur cerita yang kau tulis.

Perasaan lelah, sakit dan kecewa adalah makanan setiap harinya bagi diriku, hanya dengan melakoni peran yang kau tuntut kan kepadaku. Coba sedikit saja kau memahami apa yang telah ku lewati dalam menjalani ceritamu mungkin aku akan lebih bersabar dan bertahan dalam menjalani kisah itu. 

Tapi karena setiap kali masalah datang kau hanya mengucapkan satu kata "aku ikhlas kau dengan yang lain". Dirimu memang ikhlas dan rela karena masih ada dia yang bisa menemanimu disaat aku tak ada lagi diceritamu. Lantas diriku harus mengulang kembali dengan sebuah pendekatan baru dengan cerita yang baru. Asal kau tahu bahwa memulai sesuatu yang baru itu terasa sangatlah sukar, karena harus menyelami karakter baru lagi.

Setelah beberapa lama menjalani kisah ini, sudah banyak badai yang telah kita lalui, seakan badai tak pernah hilang dalam setiap perjalananku bersama dirimu. Karena badai yang tak kunjung henti itulah sempat diri ini berfikir untuk menanyakan sesuatu padamu "Aku ini siapa?" "Dihatimu aku ini siapa?" Andai dihari itu aku berani menanyakannya, mungkin aku takkan tenggelam dalam ketidakpastian. Mungkin aku takkan menunggu hal yang tidak memiliki tujuan ini. Tapi sontak diripun sadar jika aku menanyakan hal tersebut mungkin akan menjadi badai baru yang akan menghancurkan apa yang selama ini dibangun.


Hingga badai selanjutnya datang dimana aku merasa sangat cemburu terhadap seseorang. Sempat aku mendiamkan dirimu beberapa saat hingga moodmu berubah, sontak akupun menurunkan egoku dan mendekatimu untuk mengembalikan lagi mood dirimu seperti semula. Tapi semua usahaku kau abaikan begitu saja hingga diriku dirasuki emosi yang begitu besar. Hingga malam tiba, dering poselpun berbunyi tanda pesan masuk darimu yang menanyakan "ada apa?", aku pun mengetik pesan padamu "Aku cemburu" tapi dalam keadaan masih emosi yang sama. Dari percakapan nan panjang terlontar oleh mu pesan yang membuat emosiku makin menggebu "segitukah sayangmu terhadapku" bunyi pesan yang kau kirim saat itu. Hingga membuat hati ini merasakan sakit yang tak karuan. Dalam hatiku hanya bisa tertawa dan berkata " hanya segitu?", tak terpikirkan oleh mu sedikit saja bagaimana peran yang telah kulalui selama ini? Dan dengan mudahnya kau katakan sebatas itu rasa sayangku? Ingin sekali hari itu aku mengucapkan kata yang tak seharusnya terucap, karena harapanku yang begitu besar telah kuberikan semua kepadamu.

Maaf bukannya diriku bermaksud ingin mengubah alur dalam ceritamu dan bukan juga ingin merusak kisahmu dengannya, tapi karena semua harapanku membuat ku ingin mengubah semua alur dalam ceritamu menjadi apa yang aku impikan dalam ceritaku sendiri. Dimana tak ada dirinya, hanya ada diriku dan dirimu.

Dan karena harapan itu lah terlontar ucapku dikala badai terakhir yang menerpa kita. Diriku menuntut sebuah kejelasan yang selalu kutahan karena tak ingin merusak apa yang telah kita jalani. kala itu aku bertanya seserius apakah dirimu terhadapku? Dan jika dirimu memang serius kenapa tak pernah ada sedikitpun kejujuran tentang dirinya yang keluar dari mulutmu? Kenapa dirimu hanya ingin menjalani setiap kisah denganku tanpa aku tahu apa-apa tentang dirinya? Yang akhirnya membuat kita saling mengadu ego kita masing-masing. Dan kata ingin saling menghilang dari kehidupan masing-masing pun terucap kala itu. Memang benar apa yang telah dikatakan orang dimana ego dilawan dengan ego, maka perpisahanlah yang akan jadi pemenangnya.

Jelang beberapa hari setelah kata ingin menghilang terucap, diriku ingin sekali memperbaiki semua yang telah terjadi kala itu. Tapi yang ku dapat hanyalah rasa tak dianggap, sungguh rasanya memilukan. Sekeras apapun aku berusaha dan bersabar tetap yang ku dapat hanya perasaan yang tak dianggap.

Dan sekarang mungkin kau tak perlu menjawab tentang semua hatapan yang telah ku uraikan kepadamu dulu. Diriku telah memahaminya. Maaf,mungkin kata maaf dariku belum cukup bagi dirimu tapi hanya itu yang bisa ku ucapkan kepadamu. Aku berharap kau tak perlu lagi berfikir untuk menjawab semua harapan yang telah ku ungkapkan kepadamu, cukup kau jalani saja kisahmu seperti sedia kalanya. Dan aku berharap semoga kisah yang kau tulis ini menjadi kisah yang sangat kau mimpi-mimpikan. Aamiin....

Dan akupun sudah paham akan peranku dalam ceritamu. Jika kau ingin melepas tak apa, karena kupikir mungkin peran yang kau berikan padaku dalam ceritamu telah usai. Maaf karena tidak sempat jujur dari awal menjalani kisah ini, bahwasanya diriku telah mengetahui semuanya dan membiarkannya berjalan begitu saja. Bukannya bermaksud mengubah dan menghancurkan ceritamu hanya saja diriku hanya ingin melihat kesungguhan dan kejujuran mu terhadap diriku dan apakah peranan ku bisa berubah nantinya dalam ceritamu. Ternyata harapan dan anganku terlalu tinggi untuk hal itu.

Tak tahu alasan apa yang ingin kau pendam terhadap diriku hingga dibadai terakhir pun tak ada sedikitpun kejujuran yang terucap dari dirimu. Pikirku cuma mengatakan mungkin aku akan merasakan kekecewaan jika kau jujur terhadap kisah dan tentang dirinya kepadaku.

Jika akhirnya nanti kau bertemu dengannya tolong jaga dia dan sampaikan padanya tolong jaga dirimu baik-baik, jangan pernah sekalipun ia mengecewakan dirimu dan jangan biarkan dirimu menunggu begitu lama. Karena kau sangat menginginkan kebahagian yang lebih darinya dan menahan kerinduan ingin berjumpa yang begitu lama kau pendam. Saranku jauhilah orang-orang yang ingin merusak hubunganmu dengannya. Mungkin aku tahu alasanmu untuk mendekati yang lainnya, tapi ingat dirinya juga punya perasaan dan juga pasti akan terluka jika melihatmu lebih dekat dengan yang lain ketimbang dirinya.

Maaf hanya do'a bahagia yang bisa ku kirimkan kepadamu yang telah mengisi kosongnya hatiku, walau hanya sebagai pengganti dirinya yang kau tunggu untuk kembali. Semoga kau dan dia cepat dipertemukan, karena rindu yang kau tahan cukup lama kepada dirinya dan semoga dia cepat meminangmu.

Terimakasih telah mau menjalani hari-hari bersamaku walau hanya sesaat, tapi sangat mengingat dalam benakku. Dan maaf karena sempat menoreh luka dan memberi kecewa selama menjalani kisah bersamaku.

Sekali lagi maaf dan terimakasih.

Aku pamit, Berbahagialah dengannya.

Dari aku yang sangat menginginkanmu menjadi pendamping hidupku.

Cinta Itu Bukan Hanya Sekedar Perasaan

0 komentar
Pacaran itu suatu hal yang mengesankan dan ‘harus dipertahankan’ jika memang sudah sepadan.
Seperti kata kata berikut: cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan….. yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya… adalah irreversible……

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jika engkau mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintaimu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.
Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang……….. Begitu juga dalam cinta: engkau yang mencari, dan yang lain akan menanti……

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta…. mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan engkau sakit dan menderita…..
Tapi jika engkau tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya engkau akan menangis……. jauh lebih pedih… karena saat itu menyadari bahwa engkau tidak pernah memberi…. cinta itu sebuah jalan.
Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen…. Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja…… Cinta tak harus berakhir bahagia….. karena cinta tidak harus berakhir…..
Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan…. dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran……… melainkan dari HATI.

Ketika engkau mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika engkau demikian, engkau bukan mencintai, melainkan….. investasi.

Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan…. memanfaatkan.
Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang engkau cintai daripada kehilangan seseorang yang engkau cintai, karena egomu yang tak berguna itu……..

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti, cintailah mereka seperti sungai, sebab sungai mengalir selamanya……..
Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan2 kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwa Ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan2 kaca itu…..

Sehingga engkau akan menjadi utuh kembali……
So…..berjuanglah hingga dapat cinta sejati, OK

KETIKA MENCINTAI SEPENUH HATI HANYA TERBALAS SETENGAH HATI

0 komentar
Luka sederhana namun membekas sepanjang masa adalah ketika mencintai sepenuh hati terbalas dicintai setengah hati

Setelah sekian lama berjuang, dari yang sedekat pelukan hingga sejauh rembulan. Kini aku akhirnya menyerah pada semesta yang tak merestui hubungan kita.

Walau hati serasa tertusuk jarum panas berbalut api, aku tetap setia mencintaimu walau kini kau sudah memilih bersamanya. Sumpah ku menjadikan mu yang terakhir adalah janji suci yang tak akan mungkin ku langgar kepada yang maha kuasa. Terima kasih telah mematahkan kedua sayap ku, hingga aku tak bisa terbang mencari bintang yang lain lagi.

Dulu ketika kita berdua sedang berjuang, kita pernah saling menguatkan untuk tidak mundur walau sejengkal. Namun kenyataan pahit itu telah membuka tabir baru yang menyakitkan, bahwa aku harus mundur karena dinding cinta yang dulu pernah kita bangun kau robohkan dengan tanganmu sendiri. Aku tak pernah memilih untuk mundur, hanya saja kesetiaan yang telah kau rusak membuat hatiku menjadi ambruk tak berkeping.

Maka inilah yang terjadi saat ini. Ketika diriku menelan pil cinta dengan dosis yang berlebihan, maka rasa sakitnya pun tak pernah berkesudahan. Ingin dimuntahkan namun sakit, Ingin ditelan namun panas.

Jika diingat dahulu ketika kau rebah seraya memeluk tubuhku kau mengatakan janji untuk setia terhadap hati yang satu. Kau juga pernah mengubar janji pada gelapnya langit yang dipenuhi kemerlap bintang- bintang, bahwa aku adalah satu-satunya pria yang ada di hatimu. Namun ternyata kau menghianati senja yang pernah menghapus air mata mu disaat kau berjuang untuk memiliki ku.

Dan itulah cinta, disaat aku memberikan tiga perempat dari kepingan hatiku, kau hanya membalas dengan memberikan satu perempat dari kepingan hatimu. Sisanya kau berikan kepada pria lain. Lelaki itu manusia kuat, namun lemah dan lemas ketika diterpa angin pengkhianat cinta.

Ingin rasanya memaafkan mu, Ingin ku tahan kaki ku untuk tak mundur. Namun bekas luka tusuk dusta telah membuatku hilang rasa untuk membangun kembali tembok cinta kita. Pengkhianat cinta adalah dosa terbesar yang tak akan pernah dimaafkan oleh pria.

Saat mata telah melihat sendiri dirimu telah mendua, hatiku benar-benar tak berdaya. Hati berdenyut namun seolah tak bernyawa. Rasanya seperti terkompres air es yang teramat dingin, kemudian dipanggang dalam letupan api yang berbahan bakar batu bara. Lidah sudah tak mampu merangkai kata untuk menceritakan betapa sakitnya dikhianati.

Disaat tubuhku telah lemah dan tergolek lemas karena dikhianati cinta, Tuhan dengan senyuman indah memeluk tubuhku yang hampir menghujam lantai. Tuhan bahkan tak merasa marah sekali terhadap ku. Padahal selama ini cintaku kepadanya terbagi terhadap salah satu makhluknya yang fana. Ketika rasa cintaku mengalahkan rasa cintaku kepada-NYA, Tuhan berbaik hati menopang ku yang sedang lebam di rundung pilu pengkhianatan.

Kau kembali lagi disaat diriku telah memutuskan untuk mundur. Sayangnya, aku sudah mulai berpikir bahwa yang mengejar belum tentu sungguh-sungguh untuk memulai kembali sesuatu yang telah luka.

Lantas aku memilih berlari sejauh mungkin, mundur dalam keadaan kalah sekalah-kalahnya. Aku mundur, kalah bertarung mempertahankan mu karena engkau yang tengah lelah ku pertahankan memilih untuk membagi cinta. Maaf aku harus meninggalkan karena tak kuasa menerima cinta yang terbagi. Maka aku mundur dengan tertatih, membawa semua duka yang tak tahu kapan akan hilang.

Tak masalah jika kita harus berpisah. Pada akhirnya, kau telah membuatku merasakan yang namanya perjuangan. Setidaknya kini aku tersadar bahwa tiap-tiap kesalahan yang telah ku perbuat, bukan orang lain yang akan bertanggung jawab. Namun diriku lah yang harus membayarnya kembali dengan lebih dekat dan lebih lama lagi bersujud kepada yang Maha Kuasa.

Takdir terkadang menampar dengan cara yang tak biasa. Tanpa basa-basi menampar siapapun yang ada dihadapannya. Pada waktu itu, nyatanya aku tidak takut untuk jatuh cinta. Yang kutakuti adalah orang yang telah kucinta dengan penuh, ternyata mencintaiku dengan separuh.

Ada banyak pelajaran dari luka, sama seperti waktu pertama kali kaki berjalan menelusuri tanah. Lutut terkadang memar bercumbu dengan tanah. Darah tak jarang menjadi teman yang mengiringi air mata dikala sakit karena terjatuh. Namun dari sana akhirnya kita belajar artinya sebuah berjalan. Hingga akhirnya kita sudah mampu berlari sekencang-kencangnya.

Begitu juga halnya dengan pengkhianat. Mungkin Tuhan telah berusaha menyapa ku dengan cara yang berbeda dari cara yang biasanya. Tuhan rindu dengan diriku yang dulu jarang tersenyum dan menyapa-NYA dalam sujud yang khusuk. Tuhan mungkin pernah cemburu saat diriku benar-benar jarang mencumbui-NYA dalam sujud yang suci.

Kini akhirnya aku baru tersadar bahwa. Seharusnya dalam setiap do'a yang kubisikan kepada Tuhan di malam hari bukanlah agar aku diberi kemudahan dalam menghadapi setiap masalah. Namun seharusnya aku meminta diberi pundak yang kuat agar kuat menghadapi berbagai cobaan berat yang benar-benar menguras isi hati yang paling dalam.

Kini aku harus belajar untuk mengikhlaskan. Berdamai dengan masa lalu dengan cara terbaik untuk memulai hari yang baru. Setidaknya dulu aku pernah benar-benar berjuang untuk mencintai dirinya, walau akhir cerita aku harus berakhir dengan air mata.

Terima kasih selama ini telah memberi warna dalam hidupku. Selama ini aku menjaga mu untuk akhirnya menjadi milik orang lain. Selama ini mencintaimu sedalam palung samudera, kini aku mundur setelah kalah bertarung melawan pengkhianat. Luka sederhana namun membekas sepanjang masa adalah ketika mencintai sepenuh hati terbalas dicintai setengah hati.

Status

1 komentar
Disebut apa kita ini?
Sangat dekat, tapi tak terikat.
Saling mengerti, tapi tak memiliki.
Saling cinta, tapi tak bersama.

Kita selalu menghabiskan malam bersama.
Mengisinya dengan perbincangan hangat
tentang apapun hingga tak tahu waktu.

Tapi mengapa hingga kini
kita tak kunjung bersama.

Sampai kapan kita terus-menerus seperti ini?
Berjalan diatas ketidakpastian.
Melangkah tanpa sebuah kejelasan.

Setidaknya beri aku kepastian
untuk tinggal atau meninggalkan.

Aku lelah dengan semua ini. Sungguh.
Rasanya aku ingin pergi, namun tertahan oleh hati.
Aku ingin meninggalkanmu, namun hatiku
sepenuhnya tertinggal pada dirimu.

Dan percuma aku menjalani semua,
Jika masih ada dia didalam ceritamu.
Aku ingin memilikimu dengan utuh, bukan separuh.
Aku ingin menjadi yang pertama tanpa ada yang kedua.

Dari aku ; yang merasa kehilangan namun tak pernah memiliki

1 komentar
Untuk beberapa waktu yang lalu, aku pernah memberanikan diri untuk saling dekat, mencoba membiasakan diri dengan sikapmu yang tak pernah kutahu sebelumnya. Mencoba memperhatikanmu dalam bentuk apapun, dan sampai namamu adalah yang paling pertama muncul dalam pencarian media sosialku, alasannya sederhana ; aku terlalu sering mengunjungi profilemu.

Waktu demi waktu berlalu, kau dan aku masih tetap (dalam hubungan) menyatu, kadang kau datang memberikan senyum, meski ku tak tahu apa arti dibalik senyumanmu itu. Dan kadang kau menangis,  sembari mengizinkan aku mengusap air matamu, namun aku tak mengerti apa yang membuatmu menangis. Aku sudah terbiasa dengan semua ini, menjalani hubungan tanpa terikat.

Aku seringkali merasa kehilangan, padahal memilikimu saja belum pernah. Mungkin aku terlalu sering bermain dengan imajinasiku sendiri, terlalu banyak berandai-andai, sehingga kau hilang tanpa kabar; aku rapuh.

Kini aku paham, aku tersesat dijalan yang kupilih sendiri, aku terbunuh dengan ekspektasi yang terlanjur terbuat. Salah ku sendiri yang selalu melibatkan hati dalam setiap pertemuan. Aku selalu berusaha melakukan yang terbaik, itu saja. Meski ku mengerti; kau tak akan pernah peduli.

Hanya sekedar datang lalu pergi

1 komentar
Sudah terlalu sering rasanya menemui seseorang yang awalnya seolah menawarkan hati namun akhirnya mematahkan hati.
Sudah teramat sering pula merasakan manisnya pertemuan dan berakhir pahit dengan perpisahan oleh orang-orang yang berbeda.
Bahkan sudah paham betul rasanya ditinggalkan ketika perasaan sedang tumbuh mekar dan nyaman-nyamannya.

Untuk kamu yang merasakan itu semua, tenang...
Memang beberapa orang masuk kehidupmu hanya untuk meninggalkan ceritanya masing-masing. Mereka hanya datang dan pergi kemudian mematahkan hati yang keberapa kali.

Karena sesungguhnya ;
Kelak kau akan dapati seseorang yang mengerti segala keinginanmu, kelak kau akan temukan seseorang yang bakal menua bersamamu, seseorang itu telah digariskan oleh tuhan untuk membahagiakanmu.
Semua pasti akan terjadi, nanti.
"Bersabarlah"

Haruskah Seperti Ini?

1 komentar
Jika aku tidak masuk dalam kriteria, setidaknya jangan buat aku ceria. Salahkan aku? Yang menganggap kebaikan darimu adalah sesuatu yang istimewa?

Ketahuilah hatiku sudah lama tak berpenghuni, oleh sebab itu aku mengira kau lah yang akan menghuni nantinya. Nyatanya aku terlanjur nyaman yang telah melampaui batas, pikirku.

Kau menutup telinga ketika aku memanggilmu, kau berbalik arah ketika aku melihatmu, bahkan ketika aku ingin menggenggam jemarimu, kau sembunyikan tanganmu.

Lantas kalau sudah seperti ini, patutkah aku menyesal?
Apa pantas aku menerimanya?
Karena telah menyimpulkan kebaikan seseorang sebagai cinta.

Tanda-tanda Kamu Terjebak dalam Hubungan yang Tidak Sehat

0 komentar
Namanya hubungan pasti ada pasang surutnya, enggak selalu berjalan mulus dan bahagia, dan hal itu wajar kok. Tapi ada hal yang perlu kamu perhatikan, yakni jangan sampai kamu terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.
Kondisi hubungan yang tidak sehat dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi hubungan kamu ke depannya. Biar kamu dan pasangan terhindar dari hal-hal yang enggak diinginkan, yuk kenali tanda-tanda hubungan tidak sehat berikut.
Kebaikan atau Hadiah yang Berlebihan
Hubungan yang enggak sehat tidak melulu soal perlakuan kasar atau kekerasan loh. Terlalu sering menuruti keinginan pasangan, memperlakukan dengan sangat spesial dan memberikan banyak hadiah juga bukanlah hal yang baik. Apalagi jika tujuannya untuk mendapatkan hal serupa yang mereka ingin dapatkan dari pasangannya. 
Menyembunyikan Masalah
Ketika kamu merasa sedih, kesal atau sedang menghadapi masalah, kamu bisa menceritakannya pada pasangan. Hubungan tidak sehat bisa jadi berawal dari kebiasaan kamu menyembuyikan masalah pada pasangan loh.
Sering Bertengkar
Bertengkar memang wajar, namun jika sering terjadi, kamu harus waspadai. Apalagi kalau dalam pertengkaran tersebut disertai dengan kata-kata caci maki, teriakan, umpatan bahkan hingga saling melempar barang dan main fisik.
Banyak Perhitungan
Kalau salah satu pihak gemar menghitung kebaikan atau perbuatan baik yang dia lakukan untuk pasangan. Apalagi membandingkan dengan pasangannya, hal ini pertanda hubungan kamu juga enggak sehat. 
Cemburu Berlebihan
Cemburu memang wajar, tapi kalau salah satu pasangan punya rasa cemburu yang berlebihan hal ini juga tidak baik dalam hubungan. Terlebih jika pasangan yang cemburu melakukan hal-hal yang berdampak buruk pada hidupmu. Seperti melarang berteman dengan teman lawan jenis dengan alasan yang tidak jelas. 
Memaksa untuk Berubah
Hubungan yang sehat sebenarnya enggak akan mengubah diri seseorang, melainkan mengembangkan diri pasangannya menjadi lebih baik. Kalau pasangan memaksa kamu untuk berubah sesuai dengan keinginannya hal tersebut bisa jadi salah satu tanda kalau hubungan kamu enggak sehat loh TemanBaik. 

Membandingkan dengan Mantan
Kalau pasangan kamu mencari-cari terus kesalahan dan membandingkan kamu dengan pasangan sebelumnya, itu berarti dia belum dewasa. Membandingkan kamu dengan pasangannya terdahulu juga menandakan kalau hubungan kamu dan dia tidak sehat. 

Penjelasan Kenapa Pola Pikir Cowok dan Cewek Itu Beda Jauh. Baca Bareng Pasangan Makin Seru Nih!

0 komentar
Sering nggak sih kamu menemukan perbedaan yang cukup kentara antara pola pikir cowok dan cewek? Nggak cuma menyangkut hal-hal besar seperti pengambilan keputusan untuk menikah, perkara "mau makan di mana" juga sering jadi bahan perdebatan dengan berbagai alasan. Hmmm, beneran gini nggak sih?


Para cowok pun terkadang kebingungan dengan pemikiran cewek, begitupula dengan cewek. Terkadang cewek suka kebingungan, mengapa cowok bertindak seperti itu, apa yang dipikirkannya, dan lain-lain. Nah, makanya yuk simak bagaimana penjelasan lengkapnya melalui Hipwee berikut ini!
Gimana sih pemikiran cowok yang sebenarnya? Simak ya penjelasannya…
Cara berpikir cowok kebanyakan menggunakan logika.


Pasti kebanyakan cewek berpikir didalam hati maupun pikiran seperti itu. Para cowok berpikir secara realistis dan menggunakan logikanya, seperti halnya tentang masalah cinta. Sebagian besar para cowok berpikir mereka mencari pacar/pendamping yang cantik. Mereka beralasan dengan memiliki pacar/pendamping yang cantik mereka akan merasa nyaman dengan pasangan mereka.


Contoh, saat PDKT dengan cewek yang mereka sukai. Para cowok akan berusaha semaksimal mungkin supaya mendapatkan pujaan hati mereka. Lalu, bagaimana kalau "misi" ini gagal? Ya, para cowok nggak akan berusaha keras lagi seperti halnya saat PDKT karena mereka sudah mendapatkan apa yang sudah menjadi miliknya. Malah justru sebaliknya, para cewek lah lah berusaha sekeras mungkin agar dapat mempertahankan hubungan yang dijalaninya.

Nah, kalau pemikiran cewek sih biasanya gini…

Pola berpikir cewek sebagian besar menggunakan perasaan dan hati mereka. Mengapa seperti itu? Para cewek beranggapan bahwa setiap yang mereka inginkan dengan tulus dan penuh harapan akan menuai hasil yang indah pula. Namun nyatanya yang kita temui atau bahkan teman cewek kita sendiri kadang sering sedih atau bahkan galau yang berkepanjangan.

Mengapa begitu? Dikarenakan para cewek sudah menaruh harapan terlalu besar atau bahkan overkepada apa yang sudah dipercayainya. Sebagai contoh tentang percintaan. Para cewek menaruh harapan yang besar kepada cowoknya, bahwa cowoknya akan setia jika ia selalu ada untuknya. Namun pada kenyataannya, cewek yang seperti ini banyak yang diputusin karena menaruh harapan yang besar kepada pasangan mereka.

So, ini nih kesimpulannya…

Dari semua opini diatas dapat dipahami bahwa cowok dan cewek memiliki cara pemikiran yang berbeda. Cowok lebih berpikir secara realistis dan menggunakan logika. Sedangkan cewek lebih cenderung berpikir menggunakan hati dan perasaan mereka. Maka dari itu, dengan adanya perbedaan pola pikir ini para cowok dan cewek diharapkan saling mengerti satu dengan yang lain.

Untuk cewek pahami pemikiran cowok jika ia berpikir menggunakan logika begitu pula sebaliknya, cowok juga harus memahami perasaan cewek saat bertindak. Pada dasarnya cewek jika ingin sesuatu tidak mengatakan langsung to the point, maka dari itu perasaan cowok akan diuji untuk memahami perasaan cewek. Jangan ada anggapan cewek baperan dan cowok tidak peka, karena pada hakikatnya cowok maupun cewek dilahirkan dengan pemikiran yang berbeda. Oleh karena itu dengan saling memahami satu dengan yang lain, kesalahpahaman dapat diminimalisir oleh cowok maupun cewek jika terjadi masalah.