Hey dirimu sudah tidur?
Sudah pastinya, kan?
Sengaja aku tulis pesan ini menjelang larut malam, agar tak mengganggu waktu istirahatmu, agar tak menyesakkan pikiranmu.
Sebelumnya aku ingin minta maaf, jika pesan ini hanya mampu kusampaikan melalui kata-kata, yang mungkin akan membuatmu salah paham nantinya.
Sosok yang selalu aku harapkan dan aku dambakan untuk menjadi pasangan dalam hidupku, esok, setelah kau terbangun dari semesta mimpimu, dan mulai membaca pesan ini, mungkin kau tak kan menemukanku lagi. Sebab, aku telah memutuskan untuk mulai melepaskanmu.
Berat memang untuk menerima kenyataan, ketika harus merelakan seseorang yang selama ini telah ada dan menemani langkah kita. Tetapi lebih berat lagi, menjadi seseorang yang hidup diantara dua perasaan yang belum lerai -dua hati yang belum ingin selesai.
Ini bukan salahmu, dan tak perlu kau jelaskan. Sebab, aku tahu bagaimana rasanya menahan perasaan yang belum ingin selesai. Aku paham betul, bagaimana rasanya terjeda rindu yang terhalang ego dan keadaan.
Setelah ini, aku hanya berharap kau mau menyelesaikan perasaan-perasaanmu yang belum usai itu dengan mantan kekasihmu. Aku tahu kau masih mencari dan menginginkannya, masih ingin mengetahui banyak hal tentang dirinya. Aku paham bahwa pada perasaanmu, banyak dalam ingatan, dia memang belum tergantikan. Aku menerimanya.
Semoga, kelak pada akhirnya waktu mulai membaikan keadaan kalian, melunakkan perasaan kalian, dan kembali membahagiakan kalian.
Oh, iya, terimakasih telah memberiku kesempatan untuk memiliki senyummu untuk beberapa waktu -pasti aku akan merindukannya.
Pasti
