Waktu demi waktu berlalu, kau dan aku masih tetap (dalam hubungan) menyatu, kadang kau datang memberikan senyum, meski ku tak tahu apa arti dibalik senyumanmu itu. Dan kadang kau menangis, sembari mengizinkan aku mengusap air matamu, namun aku tak mengerti apa yang membuatmu menangis. Aku sudah terbiasa dengan semua ini, menjalani hubungan tanpa terikat.
Aku seringkali merasa kehilangan, padahal memilikimu saja belum pernah. Mungkin aku terlalu sering bermain dengan imajinasiku sendiri, terlalu banyak berandai-andai, sehingga kau hilang tanpa kabar; aku rapuh.
Kini aku paham, aku tersesat dijalan yang kupilih sendiri, aku terbunuh dengan ekspektasi yang terlanjur terbuat. Salah ku sendiri yang selalu melibatkan hati dalam setiap pertemuan. Aku selalu berusaha melakukan yang terbaik, itu saja. Meski ku mengerti; kau tak akan pernah peduli.

1 komentar:
Jangan lupa comment nya 😊
Posting Komentar